Slider[Style1]

binjai smart city

Style2

lsm peka

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

ADA APA DENGAN PENGADAAN Rp10,5 MILIAR DI RSUD TANJUNG PURA? PPMSU BAKAL SAMBANGI KEJATI SUMUT

RSUD Tanjung Pura 

MEBIDANGNEWS.COM/Langkat 

Penggunaan anggaran pengadaan barang dan jasa di RSUD Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, senilai Rp10,5 miliar menjadi sorotan Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (PPMSU). Organisasi pemuda dan mahasiswa tersebut mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) turun tangan menelusuri dugaan penyimpangan dalam tiga kegiatan pengadaan yang bersumber dari anggaran tersebut.


Sebagai bentuk desakan, PPMSU memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejati Sumut, Kamis (12/11/2026).


Ketua PPMSU, Oza Hasibuan, Minggu (8/11/2026), menegaskan pihaknya meminta aparat penegak hukum tidak mengabaikan persoalan tersebut. Menurutnya, anggaran kesehatan yang mencapai miliaran rupiah harus dipastikan digunakan sesuai peruntukan dan tidak boleh menjadi celah bagi praktik penyimpangan.


Adapun tiga kegiatan pengadaan yang menjadi sorotan PPMSU yakni pengadaan alat kesehatan dengan pagu Rp4,5 miliar, pengadaan obat-obatan Rp3,6 miliar, serta pengadaan Barang Medis Habis Pakai (BMHP) sebesar Rp2,4 miliar.


Total pagu ketiga kegiatan tersebut mencapai Rp10,5 miliar.


"Kami meminta Kejati Sumut serius menelusuri seluruh proses pengadaan. Mulai dari perencanaan, penyusunan spesifikasi teknis, tender atau pemilihan penyedia, pelaksanaan kontrak, pembayaran, hingga kesesuaian barang yang diterima," tegas Oza.


PPMSU juga mendesak agar pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengadaan diperiksa apabila diperlukan, termasuk pejabat terkait, panitia pengadaan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), penyedia barang dan jasa, serta pihak lain yang mengetahui pelaksanaan kegiatan tersebut.


Menurut Oza, pengadaan alat kesehatan, obat-obatan dan BMHP bukan persoalan kecil karena berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah sakit dan keselamatan masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis.


"Jangan sampai anggaran yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan justru disalahgunakan. Ini uang negara dan menyangkut kepentingan masyarakat luas. Harus ada pertanggungjawaban yang jelas," ujarnya.


Ia menegaskan, aksi yang akan digelar bukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan mendorong penegakan hukum agar berjalan secara objektif, transparan dan berdasarkan bukti.


PPMSU berharap Kejati Sumut tidak sekadar menerima aspirasi massa, tetapi juga menindaklanjutinya melalui penelaahan dan pemeriksaan sesuai kewenangan.


Apabila ditemukan bukti permulaan yang cukup serta unsur tindak pidana, PPMSU meminta proses hukum dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.


"Kami tidak ingin persoalan ini hanya menjadi konsumsi pemberitaan tanpa ada tindak lanjut. Kejati Sumut harus memberikan perhatian serius. Uang negara wajib dipertanggungjawabkan dan kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas," pungkas Oza. (Mb1)

Polisi Gerebek Rumah Diduga Jadi Lokasi Transaksi Sabu di Perbaungan

PEMERIKSAAN: Kedua tersangka usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Sergai, Minggu (8/11/2026).(Foto: Dok/ Polres)

MEBIDANGNEWS.COM/Sergei

Personel Satres Narkoba Polres Serdangbedagai (Sergai) menangkap dua pria berinisial IQ dan ZU yang diduga terlibat penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu di Dusun 2 Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Selasa (3/11/2026) malam.


Kasatnarkoba Polres Sergai AKP Erikson David melalui Kasi Humas AKP Bringin Jaya mengatakan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan sebuah rumah milik warga berinisial IP kerap dijadikan lokasi transaksi narkotika jenis sabu.


Menindaklanjuti informasi itu, Tim Opsnal yang dipimpin Kanitreskrim Ipda Tony Sohendro Sipayung kemudian mendatangi lokasi.


"Petugas mendapati dua pria hendak keluar dari rumah tersebut dan langsung melakukan penangkapan," ujarnya, Minggu (8/11/2026).


Dijelaskan, saat petugas melakukan penyergapan, IQ sempat melarikan diri ke dalam rumah sambil membuang barang bukti sabu ke lantai tidak jauh dari lokasi dirinya diamankan.


Sementara itu, dari hasil penggeledahan terhadap ZU, petugas tidak menemukan barang bukti narkotika. Namun, ZU mengaku baru saja mengonsumsi sabu bersama IQ.


"Dari hasil interogasi awal, IQ mengakui sabu tersebut diperolehnya dari seseorang berinisial G, warga Medan Tembung, untuk dijual kembali," katanya


Adapun barang bukti yang diamankan, 1 dompet kecil berisi 4 sabu seberat 1,02 gram, 1 bal plastik klip kosong, 2 pipet sekop, 2 unit hp serta uang tunai Rp1.000.


"Kedua tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Sergai untuk menjalani proses lebih lanjut. Keduanya dijerat Pasal 114 dan Pasal 609," pungkasnya. (Mb1)

Tiga Hari Pencairan, Pelajar SMP Hanyut di Sungai Batangkuis Belum Ditemukan

Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo (kanan) memberi semangat kepada tim pencairan, saat mengunjungi lokasi kejadian, Minggu (8/11/2026) di Batangkuis. (Foto.Dok/Kominfostan Deliserdang). 

MEBIDANGNEWS.COM/Langkat

Tiga hari pencarian, korban hanyut, Sawaludin (16) di aliran Sungai Batangkuis, yang berada di perbatasan antara Kecamatan Batangkuis dan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, hingga Minggu (8/11/2026) belum ditemukan. 


Pencairan hari ketiga itu, Wakil Bupati Deliserdang, Lom-Lom Suwondo mengunjungi lokasi kejadian, sembari memberikan semangat kepada tim SAR yang melakukan upaya pencarian, di aliran sungai, Minggu (8/11/2026). 


Informasi diperoleh, melihat debit air sungai naik, korban bersama teman-temannya warga Jalan Sederhana Gang Bakung Desa Sambirejo Timur Kecamatan Percut Seituan, mendatangi sungai tersebut, Jumat (6/11/2026) pukul 16.30 WIB. 


Tiba di sungai, korban yang merupakan pelajar SMP dan beberapa temannya, mandi dipinggir sungai. Namun karena aliran sungai cukup deras, Sawaludin terbawa arus air, dan hanyut tidak kelihatan. 


Melihat hal itu, teman-temannya tidak berani menolong, takut terbawa arus air. Selanjutnya kabar hanyut itu dilaporkan kepada Pemerintah Desa dan dilanjutkan ke tim Basarnas Medan. 


Kapolsek Batangkuis Polresta Deliserdang, ketika dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim, Ipda Tabi’ul Hidayat, membenarkan bahwa korban hanyut masih dalam pencarian. (Mb3)

BRI Binjai Bangun Budaya Kerja Religius, Harmonis, dan Penuh Toleransi


MEBIDANGNEWS.COM/Binjai

 Di tengah kesibukan melayani kebutuhan masyarakat, ada waktu yang diluangkan jajaran karyawan Muslim PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Binjai untuk sejenak menenangkan hati, memperkuat iman, dan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui pengajian rutin.


Kegiatan keagamaan tersebut bukan sekadar agenda rutin perusahaan, melainkan juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan ketenangan batin, serta mengingatkan setiap insan BRI bahwa keberhasilan dalam bekerja tidak hanya diukur dari pencapaian, tetapi juga dari nilai kejujuran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.


Dengan khidmat, para karyawan mengikuti rangkaian pengajian di sela aktivitas pekerjaan. Suasana kebersamaan yang terbangun menjadi pengingat bahwa di balik tanggung jawab profesional, setiap manusia membutuhkan ruang untuk memperkuat spiritualitas dan memperbaiki diri.


Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Binjai, Nartha Simamora, mengatakan penguatan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk karakter, integritas, dan etos kerja karyawan.


“Kita harus terus menjaga hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia. Melalui kegiatan seperti ini, kita memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara karyawan,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).


Menurutnya, keseimbangan antara profesionalisme dan nilai-nilai spiritual menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan penuh tanggung jawab.


Nilai-nilai keagamaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ibadah semata, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, mulai dari kejujuran dalam menjalankan tugas, ketulusan membantu sesama, hingga kesungguhan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.


Sebab, pelayanan yang baik bukan hanya tentang kecepatan dan ketepatan, melainkan juga tentang bagaimana masyarakat merasa dihargai, dilayani dengan sepenuh hati, serta memperoleh perlakuan yang adil tanpa membedakan latar belakang.


BRI Cabang Binjai juga menempatkan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan bekerja bersama demi tujuan yang lebih besar.


Melalui pengajian rutin, diharapkan tumbuh semangat kebersamaan dan solidaritas di antara karyawan. Dengan hati yang lebih tenang dan niat yang tulus, setiap insan BRI diharapkan mampu menjalankan amanah pekerjaan secara profesional sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.


Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perusahaan bukan semata-mata tercermin dari angka dan pencapaian bisnis, tetapi juga dari kualitas manusia yang menggerakkannya. Ketika keimanan, integritas, dan kepedulian berjalan beriringan, pelayanan tidak lagi sekadar kewajiban pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian kepada sesama.


Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin, BRI Cabang Binjai terus berupaya menumbuhkan budaya kerja yang religius, harmonis, dan inklusif. Sebuah ikhtiar untuk merawat kebersamaan dalam keberagaman, sekaligus memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap hadir di tengah dinamika dunia kerja modern.(Hf)

BRI Tebing Tinggi Komitmen Tingkatkan Pelayanan Nasabah Lewat Sinergi dengan Polres


MebidangNews.com/TEBING TINGGI

Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tebing Tinggi, Bagus Prabu Danianto, bersama Manager Bisnis Mikro (MBM) Saparudin dan Funding Transaction Manager (FTM) Yudhi Ramadhana Putra, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Hotmartua Ambarita, S.H., S.I.K., M.H., Selasa (13/10/2026).


Kunjungan yang berlangsung di ruang kerja Kapolres Tebing Tinggi tersebut disambut hangat dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi antara sektor perbankan dan kepolisian, khususnya dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi.


Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya koordinasi dan komunikasi yang berkesinambungan guna mendukung kelancaran pelayanan jasa keuangan, serta terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.


Sinergi antara BRI Cabang Tebing Tinggi dan Polres Tebing Tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat, terutama nasabah perbankan, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di daerah.


Pimpinan Cabang BRI Tebing Tinggi, Bagus Prabu Danianto, menegaskan komitmen BRI untuk terus membangun kerja sama yang baik dengan jajaran kepolisian. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan perbankan kepada masyarakat.


“Kerja sama ini terutama berkaitan dengan pelayanan kepada nasabah serta dukungan pengamanan kepolisian terhadap aset perbankan milik BRI, baik kantor cabang maupun unit-unit yang berada di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi,” ujar Bagus.


Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Tebing Tinggi beserta jajaran atas sambutan yang diberikan. Bagus berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan melalui komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang berkelanjutan.


Sementara itu, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Hotmartua Ambarita menyampaikan terima kasih atas kunjungan jajaran pimpinan BRI Cabang Tebing Tinggi. Ia menyambut positif silaturahmi tersebut sebagai langkah untuk memperkuat hubungan dan membangun kolaborasi antara institusi kepolisian dan sektor perbankan.


“Saya sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Silaturahmi ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk mempererat hubungan antara BRI dan Polres Tebing Tinggi,” ungkap Kapolres.


Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi landasan bagi penguatan kerja sama yang lebih optimal, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Tebing Tinggi.


“Kita sepakat untuk terus berkoordinasi dan bekerja sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Tebing Tinggi, sesuai dengan tugas pokok, fungsi, dan kewenangan masing-masing. Kita juga berkomitmen menciptakan serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi,” tutupnya.


Melalui silaturahmi ini, BRI Cabang Tebing Tinggi dan Polres Tebing Tinggi diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung operasional perbankan, meningkatkan kenyamanan masyarakat, serta menciptakan iklim ekonomi daerah yang aman, tertib, dan kondusif.(Mb5)

Dari Upacara ke Aksi Nyata, BRI Binjai Gaungkan Semangat Pancasila


MEBIDANGNEWS.COM/Binjai

Pemimpin Cabang (Pinca) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office (BO) Binjai, Nartha Simamora, mengajak seluruh Insan BRILiaN menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Ajakan tersebut disampaikan Nartha saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor BRI BO Binjai, Kamis (1/10/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran karyawan dan karyawati BRI BO Binjai.


Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut dinilai relevan dengan berbagai tantangan bangsa, mulai dari dinamika ekonomi hingga persoalan sosial dan derasnya arus informasi yang dapat memengaruhi persatuan masyarakat.


Dalam amanat serentak Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, yang dibacakan Nartha Simamora, ditegaskan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan atau diucapkan dalam upacara, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan perbankan.


“Pancasila adalah pegangan dalam bekerja dan melayani. Semangat persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran sejalan dengan tugas kita di BRI untuk memastikan rakyat kecil memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” demikian amanat tersebut.


Sebagai bank yang memiliki sejarah panjang dalam membangun ekonomi kerakyatan, BRI terus memperkuat komitmen terhadap inklusi keuangan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan ekonomi masyarakat perdesaan, serta dukungan terhadap penyediaan hunian bagi masyarakat.


Dalam amanat itu disebutkan, BRI mengelola dana masyarakat mencapai Rp1.580 triliun. Besarnya kepercayaan tersebut menuntut seluruh pekerja BRI menjaga kejujuran, integritas, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.


Dari sisi layanan digital, pengguna BRImo telah mencapai 49,7 juta orang. Sementara itu, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi telah membantu lebih dari 134 ribu keluarga memperoleh hunian.


Jangkauan layanan BRI juga diperluas melalui lebih dari 1,13 juta Agen BRILink yang tersebar di lebih dari 60 ribu desa. Kehadiran jaringan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari kantor layanan perbankan, dalam mengakses layanan keuangan.


Pemberdayaan ekonomi turut dilakukan melalui lebih dari 43 ribu klaster usaha, 5.700 Desa BRILiaN, Rumah BUMN, serta pendampingan bagi Pekerja Migran Indonesia.


Di sektor pembiayaan, BRI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp1.235,4 triliun atau 75,1 persen dari total kredit. Sepanjang semester I 2026, lebih dari dua juta pelaku usaha juga telah mendapatkan manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR).


Menurut amanat tersebut, capaian itu bukan semata-mata keberhasilan bisnis, melainkan juga mencerminkan upaya mendukung masyarakat dalam mengembangkan usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Di tengah perkembangan teknologi, seluruh Insan BRILiaN juga diingatkan untuk mewaspadai berbagai persoalan yang dapat merugikan masyarakat, seperti judi daring, pinjaman ilegal, dan penyebaran berita bohong atau hoaks.


Karena itu, pekerja BRI diharapkan senantiasa menjaga kepercayaan nasabah, bekerja secara jujur, serta memberikan pelayanan yang adil tanpa membedakan latar belakang masyarakat.


Komitmen tersebut sejalan dengan sejarah BRI yang berdiri sejak 1895 di Purwokerto dengan semangat membangun perekonomian rakyat dan membantu masyarakat terbebas dari jeratan rentenir.


Menutup amanatnya, Nartha Simamora mengajak seluruh jajaran BRI menjadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam pekerjaan sehari-hari.


“Mari kita jadikan peringatan hari ini sebagai momentum untuk membuktikan bahwa Pancasila adalah nilai yang hidup dalam setiap tindakan dan pelayanan kita sehari-hari,” pungkasnya.(Hf)

Upacara Hari Kesaktian Pancasila, BRI Tebingtinggi Ajak Jajaran Wujudkan Nilai Pancasila Lewat Pelayanan


MEBIDANGNEWS.COM/TEBINGTINGGI

Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya diucapkan dalam upacara. Pancasila harus hidup dalam setiap tindakan, termasuk ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Pesan itu mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar jajaran karyawan dan karyawati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office (BO) Tebingtinggi, Kamis (1/10/2026).


Upacara yang berlangsung khidmat di Aula Kantor BRI BO Tebingtinggi tersebut dipimpin Pemimpin Cabang (Pinca) BRI BO Tebingtinggi, Bagus Prabu Danianto, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.


Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan bangsa saat ini, mulai dari dinamika ekonomi, derasnya arus informasi, hingga berbagai persoalan sosial yang dapat menguji persatuan masyarakat.


Dalam amanat serentak Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, yang dibacakan Bagus Prabu Danianto, ditegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan.


Lebih dari itu, Pancasila harus menjadi pegangan dalam menjalankan pekerjaan dan memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat.


«“Pancasila adalah pegangan dalam bekerja dan melayani. Semangat persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran sejalan dengan tugas kita di BRI untuk memastikan rakyat kecil memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” tegas Bagus saat membacakan amanat tersebut.»


Sebagai bank yang memiliki sejarah panjang dalam membangun ekonomi kerakyatan, BRI terus menegaskan komitmennya mendorong inklusi keuangan, memberdayakan UMKM, memperkuat perekonomian masyarakat perdesaan, serta mendukung penyediaan hunian bagi rakyat.


Komitmen tersebut tercermin dari besarnya kepercayaan masyarakat yang diberikan kepada BRI. Dalam amanat itu disebutkan, BRI mengelola dana masyarakat yang mencapai Rp1.580 triliun dengan menekankan pentingnya kejujuran dan integritas.


Pelayanan kepada masyarakat juga terus diperluas. Pengguna BRImo telah mencapai 49,7 juta orang, sementara penyaluran KPR subsidi telah membantu lebih dari 134 ribu keluarga.


Jangkauan layanan BRI bahkan menembus pelosok negeri melalui lebih dari 1,13 juta Agen BRILink yang tersebar di lebih dari 60 ribu desa.


Tak hanya membuka akses layanan keuangan, BRI juga terus mendorong masyarakat agar naik kelas secara ekonomi.


Hal itu dilakukan melalui pemberdayaan lebih dari 43 ribu klaster usaha, sebanyak 5.700 Desa BRILiaN, Rumah BUMN, hingga pendampingan bagi Pekerja Migran Indonesia.


Di sektor pembiayaan, BRI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp1.235,4 triliun atau 75,1 persen dari total kredit. Sementara sepanjang semester I 2026, lebih dari 2 juta pelaku usaha telah mendapatkan manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR).


Angka-angka tersebut bukan sekadar capaian bisnis. Di baliknya terdapat jutaan masyarakat yang menggantungkan harapan, mengembangkan usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Karena itu, di tengah perkembangan teknologi dan berbagai tantangan era modern, seluruh Insan BRILiaN juga diingatkan untuk tidak kehilangan nilai-nilai dasar dalam bekerja.


Maraknya judi online, pinjaman ilegal, serta penyebaran berita bohong atau hoaks menjadi tantangan yang membutuhkan kewaspadaan dan integritas.


Insan BRILiaN diajak untuk terus bekerja secara jujur, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memberikan pelayanan tanpa membedakan latar belakang nasabah.


Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang BRI yang telah berdiri sejak 1895 di Purwokerto, dengan cita-cita membangun perekonomian rakyat dan membantu masyarakat terbebas dari jeratan rentenir.


Kini, lebih dari satu abad kemudian, semangat itu terus dibawa dalam wajah pelayanan perbankan yang semakin modern dan menjangkau masyarakat hingga pelosok negeri.


Menutup amanatnya, Bagus Prabu Danianto mengajak seluruh jajaran BRI menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila bukan sekadar slogan dalam upacara.


«“Mari kita jadikan peringatan hari ini sebagai momentum untuk membuktikan bahwa Pancasila adalah nilai yang hidup dalam setiap tindakan dan pelayanan kita sehari-hari,” pungkasnya.»


Pesannya sederhana, namun memiliki makna besar: ketika pelayanan diberikan dengan jujur, masyarakat kecil diberdayakan, dan setiap orang memperoleh kesempatan yang sama untuk maju, maka Pancasila tidak hanya dibacakan—tetapi benar-benar dihidupkan.(Hd)

⬆
Top