Slider[Style1]

binjai smart city

Style2

lsm peka

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

BRI Binjai Bangun Budaya Kerja Religius, Harmonis, dan Penuh Toleransi


MEBIDANGNEWS.COM/Binjai

 Di tengah kesibukan melayani kebutuhan masyarakat, ada waktu yang diluangkan jajaran karyawan Muslim PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Binjai untuk sejenak menenangkan hati, memperkuat iman, dan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui pengajian rutin.


Kegiatan keagamaan tersebut bukan sekadar agenda rutin perusahaan, melainkan juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan ketenangan batin, serta mengingatkan setiap insan BRI bahwa keberhasilan dalam bekerja tidak hanya diukur dari pencapaian, tetapi juga dari nilai kejujuran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.


Dengan khidmat, para karyawan mengikuti rangkaian pengajian di sela aktivitas pekerjaan. Suasana kebersamaan yang terbangun menjadi pengingat bahwa di balik tanggung jawab profesional, setiap manusia membutuhkan ruang untuk memperkuat spiritualitas dan memperbaiki diri.


Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Binjai, Nartha Simamora, mengatakan penguatan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk karakter, integritas, dan etos kerja karyawan.


“Kita harus terus menjaga hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia. Melalui kegiatan seperti ini, kita memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara karyawan,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).


Menurutnya, keseimbangan antara profesionalisme dan nilai-nilai spiritual menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan penuh tanggung jawab.


Nilai-nilai keagamaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ibadah semata, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, mulai dari kejujuran dalam menjalankan tugas, ketulusan membantu sesama, hingga kesungguhan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.


Sebab, pelayanan yang baik bukan hanya tentang kecepatan dan ketepatan, melainkan juga tentang bagaimana masyarakat merasa dihargai, dilayani dengan sepenuh hati, serta memperoleh perlakuan yang adil tanpa membedakan latar belakang.


BRI Cabang Binjai juga menempatkan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan bekerja bersama demi tujuan yang lebih besar.


Melalui pengajian rutin, diharapkan tumbuh semangat kebersamaan dan solidaritas di antara karyawan. Dengan hati yang lebih tenang dan niat yang tulus, setiap insan BRI diharapkan mampu menjalankan amanah pekerjaan secara profesional sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.


Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perusahaan bukan semata-mata tercermin dari angka dan pencapaian bisnis, tetapi juga dari kualitas manusia yang menggerakkannya. Ketika keimanan, integritas, dan kepedulian berjalan beriringan, pelayanan tidak lagi sekadar kewajiban pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian kepada sesama.


Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin, BRI Cabang Binjai terus berupaya menumbuhkan budaya kerja yang religius, harmonis, dan inklusif. Sebuah ikhtiar untuk merawat kebersamaan dalam keberagaman, sekaligus memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap hadir di tengah dinamika dunia kerja modern.(Hf)

BRI Tebing Tinggi Komitmen Tingkatkan Pelayanan Nasabah Lewat Sinergi dengan Polres


MebidangNews.com/TEBING TINGGI

Pimpinan Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tebing Tinggi, Bagus Prabu Danianto, bersama Manager Bisnis Mikro (MBM) Saparudin dan Funding Transaction Manager (FTM) Yudhi Ramadhana Putra, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Hotmartua Ambarita, S.H., S.I.K., M.H., Selasa (13/10/2026).


Kunjungan yang berlangsung di ruang kerja Kapolres Tebing Tinggi tersebut disambut hangat dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi antara sektor perbankan dan kepolisian, khususnya dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi.


Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya koordinasi dan komunikasi yang berkesinambungan guna mendukung kelancaran pelayanan jasa keuangan, serta terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.


Sinergi antara BRI Cabang Tebing Tinggi dan Polres Tebing Tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat, terutama nasabah perbankan, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di daerah.


Pimpinan Cabang BRI Tebing Tinggi, Bagus Prabu Danianto, menegaskan komitmen BRI untuk terus membangun kerja sama yang baik dengan jajaran kepolisian. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan perbankan kepada masyarakat.


“Kerja sama ini terutama berkaitan dengan pelayanan kepada nasabah serta dukungan pengamanan kepolisian terhadap aset perbankan milik BRI, baik kantor cabang maupun unit-unit yang berada di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi,” ujar Bagus.


Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Tebing Tinggi beserta jajaran atas sambutan yang diberikan. Bagus berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan melalui komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang berkelanjutan.


Sementara itu, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Hotmartua Ambarita menyampaikan terima kasih atas kunjungan jajaran pimpinan BRI Cabang Tebing Tinggi. Ia menyambut positif silaturahmi tersebut sebagai langkah untuk memperkuat hubungan dan membangun kolaborasi antara institusi kepolisian dan sektor perbankan.


“Saya sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Silaturahmi ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk mempererat hubungan antara BRI dan Polres Tebing Tinggi,” ungkap Kapolres.


Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi landasan bagi penguatan kerja sama yang lebih optimal, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Tebing Tinggi.


“Kita sepakat untuk terus berkoordinasi dan bekerja sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Tebing Tinggi, sesuai dengan tugas pokok, fungsi, dan kewenangan masing-masing. Kita juga berkomitmen menciptakan serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi,” tutupnya.


Melalui silaturahmi ini, BRI Cabang Tebing Tinggi dan Polres Tebing Tinggi diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung operasional perbankan, meningkatkan kenyamanan masyarakat, serta menciptakan iklim ekonomi daerah yang aman, tertib, dan kondusif.(Mb5)

Dari Upacara ke Aksi Nyata, BRI Binjai Gaungkan Semangat Pancasila


MEBIDANGNEWS.COM/Binjai

Pemimpin Cabang (Pinca) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office (BO) Binjai, Nartha Simamora, mengajak seluruh Insan BRILiaN menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Ajakan tersebut disampaikan Nartha saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor BRI BO Binjai, Kamis (1/10/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran karyawan dan karyawati BRI BO Binjai.


Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut dinilai relevan dengan berbagai tantangan bangsa, mulai dari dinamika ekonomi hingga persoalan sosial dan derasnya arus informasi yang dapat memengaruhi persatuan masyarakat.


Dalam amanat serentak Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, yang dibacakan Nartha Simamora, ditegaskan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan atau diucapkan dalam upacara, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan perbankan.


“Pancasila adalah pegangan dalam bekerja dan melayani. Semangat persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran sejalan dengan tugas kita di BRI untuk memastikan rakyat kecil memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” demikian amanat tersebut.


Sebagai bank yang memiliki sejarah panjang dalam membangun ekonomi kerakyatan, BRI terus memperkuat komitmen terhadap inklusi keuangan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan ekonomi masyarakat perdesaan, serta dukungan terhadap penyediaan hunian bagi masyarakat.


Dalam amanat itu disebutkan, BRI mengelola dana masyarakat mencapai Rp1.580 triliun. Besarnya kepercayaan tersebut menuntut seluruh pekerja BRI menjaga kejujuran, integritas, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.


Dari sisi layanan digital, pengguna BRImo telah mencapai 49,7 juta orang. Sementara itu, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi telah membantu lebih dari 134 ribu keluarga memperoleh hunian.


Jangkauan layanan BRI juga diperluas melalui lebih dari 1,13 juta Agen BRILink yang tersebar di lebih dari 60 ribu desa. Kehadiran jaringan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari kantor layanan perbankan, dalam mengakses layanan keuangan.


Pemberdayaan ekonomi turut dilakukan melalui lebih dari 43 ribu klaster usaha, 5.700 Desa BRILiaN, Rumah BUMN, serta pendampingan bagi Pekerja Migran Indonesia.


Di sektor pembiayaan, BRI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp1.235,4 triliun atau 75,1 persen dari total kredit. Sepanjang semester I 2026, lebih dari dua juta pelaku usaha juga telah mendapatkan manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR).


Menurut amanat tersebut, capaian itu bukan semata-mata keberhasilan bisnis, melainkan juga mencerminkan upaya mendukung masyarakat dalam mengembangkan usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Di tengah perkembangan teknologi, seluruh Insan BRILiaN juga diingatkan untuk mewaspadai berbagai persoalan yang dapat merugikan masyarakat, seperti judi daring, pinjaman ilegal, dan penyebaran berita bohong atau hoaks.


Karena itu, pekerja BRI diharapkan senantiasa menjaga kepercayaan nasabah, bekerja secara jujur, serta memberikan pelayanan yang adil tanpa membedakan latar belakang masyarakat.


Komitmen tersebut sejalan dengan sejarah BRI yang berdiri sejak 1895 di Purwokerto dengan semangat membangun perekonomian rakyat dan membantu masyarakat terbebas dari jeratan rentenir.


Menutup amanatnya, Nartha Simamora mengajak seluruh jajaran BRI menjadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam pekerjaan sehari-hari.


“Mari kita jadikan peringatan hari ini sebagai momentum untuk membuktikan bahwa Pancasila adalah nilai yang hidup dalam setiap tindakan dan pelayanan kita sehari-hari,” pungkasnya.(Hf)

Upacara Hari Kesaktian Pancasila, BRI Tebingtinggi Ajak Jajaran Wujudkan Nilai Pancasila Lewat Pelayanan


MEBIDANGNEWS.COM/TEBINGTINGGI

Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya diucapkan dalam upacara. Pancasila harus hidup dalam setiap tindakan, termasuk ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Pesan itu mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar jajaran karyawan dan karyawati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office (BO) Tebingtinggi, Kamis (1/10/2026).


Upacara yang berlangsung khidmat di Aula Kantor BRI BO Tebingtinggi tersebut dipimpin Pemimpin Cabang (Pinca) BRI BO Tebingtinggi, Bagus Prabu Danianto, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.


Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan bangsa saat ini, mulai dari dinamika ekonomi, derasnya arus informasi, hingga berbagai persoalan sosial yang dapat menguji persatuan masyarakat.


Dalam amanat serentak Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, yang dibacakan Bagus Prabu Danianto, ditegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan.


Lebih dari itu, Pancasila harus menjadi pegangan dalam menjalankan pekerjaan dan memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat.


«“Pancasila adalah pegangan dalam bekerja dan melayani. Semangat persatuan, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran sejalan dengan tugas kita di BRI untuk memastikan rakyat kecil memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” tegas Bagus saat membacakan amanat tersebut.»


Sebagai bank yang memiliki sejarah panjang dalam membangun ekonomi kerakyatan, BRI terus menegaskan komitmennya mendorong inklusi keuangan, memberdayakan UMKM, memperkuat perekonomian masyarakat perdesaan, serta mendukung penyediaan hunian bagi rakyat.


Komitmen tersebut tercermin dari besarnya kepercayaan masyarakat yang diberikan kepada BRI. Dalam amanat itu disebutkan, BRI mengelola dana masyarakat yang mencapai Rp1.580 triliun dengan menekankan pentingnya kejujuran dan integritas.


Pelayanan kepada masyarakat juga terus diperluas. Pengguna BRImo telah mencapai 49,7 juta orang, sementara penyaluran KPR subsidi telah membantu lebih dari 134 ribu keluarga.


Jangkauan layanan BRI bahkan menembus pelosok negeri melalui lebih dari 1,13 juta Agen BRILink yang tersebar di lebih dari 60 ribu desa.


Tak hanya membuka akses layanan keuangan, BRI juga terus mendorong masyarakat agar naik kelas secara ekonomi.


Hal itu dilakukan melalui pemberdayaan lebih dari 43 ribu klaster usaha, sebanyak 5.700 Desa BRILiaN, Rumah BUMN, hingga pendampingan bagi Pekerja Migran Indonesia.


Di sektor pembiayaan, BRI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp1.235,4 triliun atau 75,1 persen dari total kredit. Sementara sepanjang semester I 2026, lebih dari 2 juta pelaku usaha telah mendapatkan manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR).


Angka-angka tersebut bukan sekadar capaian bisnis. Di baliknya terdapat jutaan masyarakat yang menggantungkan harapan, mengembangkan usaha, membuka lapangan pekerjaan, dan berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Karena itu, di tengah perkembangan teknologi dan berbagai tantangan era modern, seluruh Insan BRILiaN juga diingatkan untuk tidak kehilangan nilai-nilai dasar dalam bekerja.


Maraknya judi online, pinjaman ilegal, serta penyebaran berita bohong atau hoaks menjadi tantangan yang membutuhkan kewaspadaan dan integritas.


Insan BRILiaN diajak untuk terus bekerja secara jujur, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memberikan pelayanan tanpa membedakan latar belakang nasabah.


Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang BRI yang telah berdiri sejak 1895 di Purwokerto, dengan cita-cita membangun perekonomian rakyat dan membantu masyarakat terbebas dari jeratan rentenir.


Kini, lebih dari satu abad kemudian, semangat itu terus dibawa dalam wajah pelayanan perbankan yang semakin modern dan menjangkau masyarakat hingga pelosok negeri.


Menutup amanatnya, Bagus Prabu Danianto mengajak seluruh jajaran BRI menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila bukan sekadar slogan dalam upacara.


«“Mari kita jadikan peringatan hari ini sebagai momentum untuk membuktikan bahwa Pancasila adalah nilai yang hidup dalam setiap tindakan dan pelayanan kita sehari-hari,” pungkasnya.»


Pesannya sederhana, namun memiliki makna besar: ketika pelayanan diberikan dengan jujur, masyarakat kecil diberdayakan, dan setiap orang memperoleh kesempatan yang sama untuk maju, maka Pancasila tidak hanya dibacakan—tetapi benar-benar dihidupkan.(Hd)

BRI Pematangsiantar Rayakan HUT ke-57 PPBRI, Perkuat Silaturahmi dengan Para Purnabakti


MEBIDANGNEWS/Pematangsiantar


BRI Branch Office Pematangsiantar turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-57 Persatuan Pensiunan Bank Rakyat Indonesia (PPBRI) sebagai wujud penghargaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antara insan BRI aktif dengan para purnabakti.


Peringatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan serta dihadiri oleh Ketua PPBRI Cabang Pematangsiantar, Eddy Sinaga, bersama para pengurus dan anggota PPBRI Cabang Pematangsiantar serta jajaran BRI Pematangsiantar.


Momentum HUT ke-57 PPBRI mengangkat semangat “57 Tahun Harmonis, Bermanfaat, Bahagia”, yang mencerminkan komitmen PPBRI untuk terus menjadi wadah kebersamaan bagi para purnabakti BRI serta memberikan manfaat bagi anggota dan lingkungan sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran BRI Pematangsiantar menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh anggota PPBRI atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama menjadi bagian dari perjalanan panjang Bank Rakyat Indonesia.


Pemimpin Cabang BRI Pematangsiantar, Alvin Nur Muhammad, menyampaikan bahwa keberadaan para purnabakti memiliki arti penting bagi keluarga besar BRI karena pengalaman, keteladanan, serta nilai-nilai yang telah diwariskan menjadi bagian dari fondasi perjalanan BRI hingga saat ini.


“Selamat Hari Ulang Tahun ke-57 kepada keluarga besar PPBRI. Para senior dan purnabakti merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan BRI. Banyak nilai, pengalaman, dan keteladanan yang telah diwariskan kepada generasi penerus insan BRILiaN. Semoga PPBRI semakin harmonis, semakin bermanfaat, serta seluruh anggotanya senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan,” ujar Alvin.


Sementara itu, Ketua PPBRI Cabang Pematangsiantar, Eddy Sinaga, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kebersamaan yang terus terjalin antara BRI Pematangsiantar dengan para purnabakti.


“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan BRI Pematangsiantar kepada keluarga besar PPBRI. Semoga silaturahmi dan rasa kekeluargaan ini terus terjaga, sehingga PPBRI dapat semakin solid, harmonis, serta terus memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya,” ujar Eddy Sinaga.


Kegiatan juga ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan PPBRI selama 57 tahun. Suasana kekeluargaan semakin terasa melalui interaksi dan silaturahmi antara para purnabakti dengan jajaran BRI Pematangsiantar.


BRI Pematangsiantar berharap hubungan yang telah terbangun bersama PPBRI dapat terus terpelihara, tidak hanya sebagai ikatan antara institusi dan purnabakti, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar BRI lintas generasi.


Memasuki usia ke-57, PPBRI diharapkan terus berkembang sebagai organisasi yang menghadirkan kebersamaan, kepedulian, dan manfaat bagi seluruh anggotanya.[]

Kunjungan dan Silaturahmi Kepala KPP Pratama Pematang Siantar ke BRI Pematangsiantar


MEBIDANGNEWS.COM/Pematangsiantar


Dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi antarinstansi, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pematang Siantar, Andy Whisnu Wardhana, melakukan kunjungan dan silaturahmi ke BRI Branch Office Pematangsiantar pada Senin, 14 September 2026.


Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Branch Office Head BRI Pematangsiantar, Alvin Nur Muhammad, bersama jajaran Manajemen BRI Pematangsiantar.


Pertemuan yang berlangsung di BRI Branch Office Pematangsiantar tersebut berjalan dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, kedua belah pihak berdiskusi mengenai penguatan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik, khususnya dalam mendukung layanan penerimaan negara, transaksi perbankan, kemudahan pembayaran kewajiban perpajakan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya.

Branch Office Head BRI Pematangsiantar, Alvin Nur Muhammad, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kepala KPP Pratama Pematang Siantar, Andy Whisnu Wardhana, beserta jajaran serta atas hubungan baik yang selama ini telah terbangun antara kedua instansi.


“Kami di BRI Pematangsiantar sangat terbuka dan siap mendukung kolaborasi dengan KPP Pratama Pematang Siantar. Sinergi antarinstansi menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan yang semakin mudah, cepat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendukung penerimaan negara dan pembangunan ekonomi di wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya,” ujar Alvin Nur Muhammad.


Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui berbagai bentuk sinergi, baik dalam layanan transaksi perbankan, edukasi dan literasi kepada masyarakat, maupun pemanfaatan layanan digital untuk mendukung kemudahan pelaksanaan kewajiban perpajakan.


Pada kesempatan yang sama, Kepala KPP Pratama Pematang Siantar, Andy Whisnu Wardhana, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari BRI Pematangsiantar. Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat komunikasi dan koordinasi antarinstansi sehingga berbagai potensi kerja sama dapat dikembangkan secara berkelanjutan.


Kegiatan silaturahmi kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kedua instansi untuk terus menjaga hubungan baik serta memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(MB)

Ikonik dan Berusia 103 Tahun, Gedung BRI Pematangsiantar Diusulkan Jadi Cagar Budaya


MEBIDANGNEWS/Pematangsiantar

Berdiri kokoh selama lebih dari satu abad, Gedung BRI Pematangsiantar di Jalan Merdeka No. 2 kini menjadi salah satu bangunan yang diusulkan sebagai Cagar Budaya di Kota Pematangsiantar.


Bangunan bersejarah tersebut dibangun pada tahun 1923 dan pertama kali difungsikan sebagai gedung De Javasche Bank, yang mulai beroperasi di Pematangsiantar sejak 1 Oktober 1923.

Lebih dari 103 tahun kemudian, bangunan itu masih berdiri kokoh dan tetap menjadi bagian penting dari aktivitas perekonomian Kota Pematangsiantar. Kini, gedung tersebut digunakan sebagai kantor BRI Branch Office Pematangsiantar.


Nilai sejarah gedung tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Pematangsiantar ke BRI Pematangsiantar pada Selasa, 22 September 2026.


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus penjajakan kolaborasi dalam pelestarian bangunan bersejarah yang dinilai memiliki arti penting bagi Kota Pematangsiantar.


Tim Ahli Cagar Budaya Kota Pematangsiantar dipimpin Ketua merangkap Anggota H. Kusma Erizal Ginting, didampingi Sekretaris merangkap Anggota Dr. Dra. Corry Purba, M.Si., serta anggota Dr. Defri Elias Simatupang, S.S., M.Si., Jalatua Habungaran Hasugian, S.Pd., M.H., M.A., dan Kawan Jatinggi Purba, S.Pd., M.Si.


Kedatangan tim disambut langsung oleh Branch Office Head BRI Pematangsiantar Alvin Nur Muhammad bersama jajaran manajemen BRI Pematangsiantar.  Dalam kunjungan tersebut, TACB meninjau sejumlah bagian gedung sekaligus melihat lebih dekat karakter arsitektur bangunan yang hingga kini masih menjadi salah satu ikon di kawasan pusat Kota Pematangsiantar.


Gedung BRI Pematangsiantar memiliki karakter arsitektur yang khas. Selain mempertahankan sejumlah unsur bangunan lama, bagian atapnya juga memiliki ornamen yang terinspirasi dari Rumah Bolon Batak, sehingga semakin memperkuat identitas lokal pada bangunan tersebut.


Keberadaan gedung yang telah berdiri sejak 1923 itu juga menjadi saksi perjalanan panjang perkembangan sektor keuangan dan perekonomian di Pematangsiantar. Dari awalnya berfungsi sebagai kantor De Javasche Bank hingga kini menjadi kantor BRI, bangunan tersebut telah melewati berbagai periode penting dalam sejarah kota.


Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kota Pematangsiantar H. Kusma Erizal Ginting mengatakan, bangunan BRI di Jalan Merdeka No. 2 memiliki nilai penting untuk dijaga dan dilestarikan.


“Gedung BRI Pematangsiantar menjadi salah satu calon Cagar Budaya yang perlu kita lestarikan. Usianya sudah lebih dari 103 tahun dan bangunan ini memiliki nilai sejarah yang sangat kuat bagi perjalanan Kota Pematangsiantar,” ujarnya.


Menurutnya, keberadaan bangunan bersejarah di tengah perkembangan kota menjadi bagian penting dari identitas Pematangsiantar yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.


Selain faktor usia, gedung tersebut dinilai memiliki nilai historis, karakter arsitektur yang khas, serta keterkaitan dengan perjalanan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Pematangsiantar selama lebih dari satu abad.


Branch Office Head BRI Pematangsiantar Alvin Nur Muhammad menyampaikan bahwa BRI menyambut positif kunjungan Tim Ahli Cagar Budaya dan mendukung semangat pelestarian bangunan bersejarah di Kota Pematangsiantar.


“Kami merasa bangga karena gedung BRI Pematangsiantar yang dibangun pada tahun 1923 dan telah berusia lebih dari 103 tahun masih berdiri kokoh dan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat sampai hari ini. Gedung ini bukan hanya aset BRI, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah dan perkembangan ekonomi Kota Pematangsiantar,” kata Alvin.


Menurut Alvin, fakta bahwa bangunan tersebut pada awalnya merupakan gedung De Javasche Bank yang telah beroperasi sejak 1 Oktober 1923 semakin mempertegas nilai sejarah yang dimiliki gedung BRI Pematangsiantar saat ini.


“Perjalanan gedung ini sangat panjang. Dari De Javasche Bank hingga kini menjadi kantor BRI Pematangsiantar, bangunan ini telah menjadi saksi perubahan zaman dan perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kami tentu mendukung upaya pelestarian nilai sejarah dan karakter arsitekturnya,” tambah Alvin.


Alvin berharap gedung tersebut ke depan tidak hanya tetap berfungsi sebagai pusat layanan perbankan, tetapi juga menjadi salah satu penanda penting sejarah Kota Pematangsiantar.


“Harapannya, Gedung BRI Pematangsiantar dapat terus menjadi salah satu ikon kota, tetap terjaga nilai historis dan arsitekturnya, sekaligus terus memberikan manfaat dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.


Kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara BRI Pematangsiantar dengan Tim Ahli Cagar Budaya serta Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam upaya menjaga aset-aset bersejarah di kota tersebut.


Di akhir kegiatan, Tim Ahli Cagar Budaya bersama jajaran BRI Pematangsiantar berfoto bersama di depan gedung BRI Jalan Merdeka No. 2 dengan latar bangunan ikonik yang telah menjadi bagian dari wajah Kota Pematangsiantar sejak 1923.


Dengan sejarah yang bermula sebagai kantor De Javasche Bank sejak 1 Oktober 1923, Gedung BRI Pematangsiantar tidak hanya merepresentasikan perjalanan arsitektur kota, tetapi juga menjadi saksi lebih dari satu abad perkembangan sektor keuangan dan perekonomian Pematangsiantar.


Pelestarian bangunan tersebut diharapkan dapat menjaga salah satu jejak sejarah penting kota agar tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

(Jt)

⬆
Top